DUMAI – Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Dumai, Wahyu Wicaksono, S.IP, M.Si, melaporkan kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Dumai dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana yang digelar di Aula BPBD Provinsi Riau, Jumat (6/2/2026).
Dalam laporannya, Wahyu menyampaikan bahwa luas lahan yang terbakar di Kota Dumai diperkirakan telah mencapai 23,4 hektar. Kebakaran tersebut dipicu oleh kondisi cuaca panas tanpa hujan yang melanda wilayah Dumai selama sekitar satu bulan terakhir.
Untuk menangani kondisi tersebut, BPBD Kota Dumai telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadam ke sejumlah titik api. Operasi pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Sebelumnya, pada Selasa (3/2/2026), Pemerintah Kota Dumai juga telah menggelar rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota dan Sekretaris Daerah. Rapat tersebut melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari camat, lurah, organisasi kepemudaan, hingga Forum RT, guna menyatukan langkah penanganan karhutla.
“Wali Kota menginstruksikan penguatan sinergi serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah di kawasan rawan dan membuang puntung rokok sembarangan,” ujar Wahyu, yang baru menjabat sebagai Kalaksa BPBD Dumai sejak Desember 2025.
Selain upaya pemadaman secara langsung, BPBD Kota Dumai juga menggencarkan mitigasi non-struktural. Langkah tersebut dilakukan melalui penyebarluasan Surat Edaran Wali Kota, edukasi kepada masyarakat melalui flyer dan brosur di media sosial, serta optimalisasi layanan pengaduan melalui Pusdalops PB Kota Dumai agar laporan titik api dapat ditindaklanjuti dengan lebih cepat.