Image Post

419 Personil Gabungan Amankan Arus Mudik di Dumai

DUMAI KOTA, DSC – Dalam rangka pemberian rasa aman dan nyaman pada perayaan idul fitri 1435 hijriah. Kepolisian resor (Polres) Kota Dumai melaksanakan apel gelar pasukan operasi ketupat tahun 2014. Dengan tema “Kita tingkatkan sinergi Polri dengan intansi terkait”.

Apel tersebut bertujuan untuk mendukung operasi ketupat dan arus mudik 2014. Pasukan yang diturunkan 419 yang merupakan gabung dari Polri, TNI, Dishub, Satpol PP yang mengisi 7 Pospam yang tersebar di Kota Dumai.

Kapolres Dumai, AKBP Yudi Kurniawan membaca sambutan Kapolri, Gelar Pasukan ini merupakan salah satu kegiatan dalam tahapan proses Manajerial yang harus di laksanakan, Dalam rangka mengecek kesiapan akhir personel Polri beserta Instansi terkait dan segenap Potensi Masyarakat beserta kelengkapannya, sebelum di terjunkan ke lapangan.

“Melalui pengecekan ini di harapkan, rencana yang telah di persiapkan dengan matang, dapat di ?implementasikan secara baik dan semakin memperkuat sinergitas kerjasama seluruh Stake Holders, sehingga kesuksesan penyelenggaraan operasi ketupat guna terwujudnya rasa aman, nyaman dan kondusif pada perayaan Idul Fitri 1435 H dapat tercapai,” kata AKBP Yudi Kurniawan.

Guna Merealisasikan hal tersebut,  Polri telah mengerahkan secara all out personel-nya, baik oprasional maupun staf, untuk ?hadir di tengah masyarakat memberikan rasa aman dan nyaman. “Kepada personil yang bertugas dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” tandas Kapolres Dumai.*

Image Post

Wawako Dumai Tegaskan Pendatang Ikuti Aturan

DUMAI KOTA, DSC – Wakil Walikota Dumai, H Agus Widayat mengimbau kepada para pendatang mengikuti seluruh peraturan yang diterapkan jika ingin menetap di Dumai.

“Negara kita NKRI, jadi Kota Dumai tidak tertutup bagi warga daerah yang sekadar ingin berkunjung ke Dumai. Akan tetapi, kalau mau menetap di sini, wajib mengikuti semua peraturan yang berlaku di sini. Jangan sampai melanggar,” kata Agus kepada dumaisatu.com, Selasa (05/08/14).

Agus Widayat menjelaskan, jika ingin menetap atau menjadi warga Dumai, harus mengikuti seluruh aturan yang ada, termasuk aturan administrasi kependudukan. Jika tidak, harus siap dikenai tindak pidana.

Semua boleh datang dan menetap dan menjadi masalah adalah jika warga daerah yang datang ke Dumai tanpa memiliki pekerjaan, keahlian, dan jaminan tempat tinggal, kemudian akhirnya menjadi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Misalnya pengemis atau gelandangan.

“Kalau tidak menjadi pengemis, menjadi pedagang kaki lima (PKL). Menjadi pengemis ataupun PKL sama-sama menimbulkan masalah baru,” ujar Agus Widayat mengakhiri.*