Image Post

Tumbang, Ribuan Warga Dumai Panen CPO dari 4 Tangki Timbun PT IBP

Empat tangki timbun CPO PT IBP di Dumai tumbang. Musibah tersebut menjadi berkah tersendiri. Ribuan warga panen tumpahan CPO di aliran parit.

Riauterkini-DUMAI- Empat tangki timbun berisi minyak CPO milik perusahaan PT. Inti Benua Perkasatama (IBP) yang beroperasi di Kecamatan Sungai Sembilan, Ahad (16/11/14) tumbang dan memenuhi aliran parit. Sontak, kejadian ini membuat warga sekitar berdatangan dan mengambil minyak CPO itu untuk dimasukkan ke dalam drum hingga berjejer di pinggiran parit tersebut. 

Pantauan riauterkinicom dilapangan, ribuan masyarakat tampak berebut mengambil tumpahan tersebut. Bahkan membuat macet kondisi arus lalulintas di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan. Para petugas keamanan dari perusahaan kewalahan memecah lalu lintas yang luar biasa padat. Sebab masyarakat berbondong mengambil tumpahan minyak tersebut di kanal perusahaan.

Camat Sungai Sembilan Zulkarnaen, kepada media ini membenarkan insiden robohnya tangki timbun yang berisi ribuan ton minyak CPO milik perusahaan PT. Inti Benua Perkasatama tersebut. Pihaknya juga sudah memerintahkan perusahaan untuk mengantisipasi secepat mungkin insiden ini agar tumpahan minyak tidak menyebar ke di laut. Sebab, jumlah yang tumpah ini luar biasa banyaknya. 

“Kita menerima laporan dari masyarakat setempat. Kejadian ini sendiri merupakan pertama kalinya terjadi di perusahaan PT. IBP. Sebelumnya, tangki timbun muatan cangkang sawit hingga menelan korban jiwa, tapi kalau sekarang ini tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya tumpahan minyak CPO. Kami dari kecamatan sudah meminta kepada perusahaan untuk secepat mungkin menangani masalah ini,” ujarnya. 

Sementara ketua LSM Menara Kota Dumai Ahmad Khadafi, mengaku kecewa dengan sering terjadinya insiden yang ditimbulkan oleh perusahaan PT. Inti Benua Perkasatama tersebut. Sebelumnya, kata dia, tangki timbun berisi cangka sawit juga tumbang dan menelan korban jiwa meninggal beberapa orang perja yang berada di bawahnya. Kejadian seperti ini kerap terulang dan perusahaan kurang mengantisipasikannya. 

“Kami masyarakat sangat kecewa dengan kejadian itu. Sebab, kejadian kecelakaan tersebut berulang kali di alami PT Inti Benua Perkasatama di Lubuk Gaung. Tumpahan minyak mengalir ke laut. Ini kesalahan fatal lagi dari PT. Inti Benua Perkasatama. Nelayan juga jadi terganggu, karena mematikan biota air karena terjadinya tumpahan CPO tersebut,” kata Khadafi, kepada media ini dilokasi kejadian. 

Dia juga mempertanyakan upaya pencegahan insiden ambruknya tangki penyimpanan baik itu cangkang sawit dan minyak CPO, hingga bisa terulang kembali. Sebab, kalau masalah ini terulang kembali, masyarakat setempat yang mengalami kerugian. Selain berdampak pada pencemaran lingkungan, kejadian ini juga membahayakan keselamatan pekerja yang berada di sekitaran lokasi tangki timbun. 

Pihak perusahaan, sejauh ini belum memberikan penjelasan terkait insiden tumpahan minyak CPO yang jumlahnya cukup banyak itu. Sejauh ini, pihak perusahaan mengerahkan seluruh pekerjanya untuk melakukan pembersihan minyak CPO yang tumpah kelingkungan operasional perusahaannya tersebut. Begitu juga tampak petugas kepolisian dari Polsek Sungai Sembilan, membantu melakukan pengamanan dilokasi insiden.***(had)

 

sumber : riauterkini.com

Image Post

Isu Bakso Babi Warga Dumai Tak Terpengaruh

DUMAI KOTA, DSC – Sejumlah warga Kota Dumai, Riau, mengaku tidak terlalu terpengaruh dengan adanya isu bakso mengandung daging babi yang dijual bebas menjelang bulan puasa Ramadhan.
 
“Saya rasa itu belum tentu benar, karena jumlah penjual bakso tidak terlalu banyak seperti yang ada di Pulau Jawa yang harus bersaing ketat mencari pembeli sehingga menggunakan daging babi supaya biaya produksi lebih murah,” kata Yusuf (27), warga Kecamatan Dumai.
 
Sebelumnya, isu bakso babi pertama kali terungkap dalam rapat persiapan Ramadhan yang dipimpin oleh Wagub Riau di Pekanbaru, Rabu (25/6). Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Zailani Arifsyah mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan bakso daging sapi yang dicampur babi.
 
“Daging sebagai bahan baku bakso juga melimpah di Dumai, saya kurang percaya dengan isu itu,” ujarnya.
 
Seorang warga lainnya, Santi (25), meminta pemerintah daerah segera menindaklanjuti pernyataan pejabat yang mengatakan ada bakso babi dijual bebas di Dumai. Ia mengatakan, isu tersebut justru akan menyakiti iklim investasi di Dumai, terutama kepada pedang bakso yang modalnya pas-pasan.
         
“Pemerintah harus segera membuktikan, ada atau tidak bakso babi itu,” kata Santi penggemar Bakso itu.